Feeds:
Tulisan
Komentar

Private and cozy room for reading

Book Storage

This image is a books collection which I think is very beautiful, it’s like building a private mini-library in your own home. Someday after getting married and having my own home, I must have a room where I could store as much as possible of books collection lining on shelves. A Various books ranging from novels, magazines, text books, even graphic novels must be available in a book shelves. Those image above is my uncle’s owned books shelve and his collection is "not many", only one shelve that’s all.

Actually there is one of my family who also have a collection of books in his home with huge numbers, but not placed in a special room, but placed in the living room that also functions as a room decoration. He has passed away now but since he is a lecturer, his books collection are mostly textbooks. Although he is a statistician, he also have a quite diverse books collection even about farming, agriculture, entrepreneurship, etc. It’s very thick and bulky each books with hundreds to thousands of pages.

Inside my room blueprint, I don’t want just a special room for my future books collection but also the room when we can enjoy a cozy atmosphere that is comfortable to read, so it needs using air conditioner, smooth sofa, carpet for covering the floor combined with buquet(wood floor) even if necessary, I also needs a silencer like a music recording studio. This room functions also as a musholla. Even this room are soundproof, but at certain times it still can be opened using a special air ventilation for circulating the air and light when the room wasn’t being used for reading.

Every time I read a book, i feel i am such a hypnotized and seemingly was there at the story and together with someone from the book. Whether it’s fiction or non-fiction is always like that. My reference came from Goodreads and NeyYorkTime Best Seller Book. Hopefully, I can make this blueprint as soon as possible and i can put my books collection into a custom designed storage specially tailored for my future room space. It won’t sacrifice a room space but it can store a lot of books in just a single room.

The Photograph Before 2009

I hope someday we can get together again

I just shuffle through of my external hard drive that had not been used. Originally intending only to find MS Office 2007 and Visio installer that will be installed in windows 7 Desktop. The reason is because 7 has become my frequently used OS compared to Hackintosh, Linux and XP. All of that are installed together in my desktop, rather than having moved around the OS and have to reboot everytime just to use it for my final project. I accidentally found a variety of photos when it still early years in college. Starting from the time of orientation, when i become a committee of orientation period, and when i participating to organize a college event.

P1150110
this photo is taken where I became the orientation committee in 2007, that time we’re gathered together(upgrading) in Maribaya before organizing the orientation itself, which is Shakti, 2007. Most of people in this photo had graduate on Oct. 23 2010 and several (including me) not yet graduate :(  It’s not all from one generation, there are also older generation in that picture who’ve graduate first. At that time, we’re the youngest generation in 2007.

It’s like a kind of freeze the moment and trying to remember what happened during that time. Doing silly things and play a games with  full of compactness. I hope someday we can get together again like that moment. Among them there are already working and build their own careers, some are still unemployed (still newly graduated), some are continuing to master degree programs. That photo reopen the memories when it happened and each of the photos has its own story, so it takes time to remember coz i have it so many . Thanks to technology that makes me easily to look back and write through in this blog.

“Macet lagi macet lagi, gara-gara si komo lewat”

Lirik lagu diatas sering banget terdengar waktu gw masih SD dan menjadi salah satu lagu anak-anak yang paling famous jaman itu. Faktanya sampai sekarang pun kemacetan makin menjadi-jadi terutama di kota-kota besar indonesia, tapi penyebabnya bukan gara-gara si komo seperti lagu diatas.

Di era sekarang lebih canggih lagi, yang namanya macet ga kenal waktu kerja/sekolah maupaun musim liburan karena dua-duanya sanggup menghasilkan kemacetan yang luar biasa cuma mungkin hanya berbeda dalam hal panjang kemacetanny….ckckckck. Klo kemacetan di tengah kota saat musim bekerja/sekolah penyebabnya adalah makin berjubelnya kendaraan pribadi ditambah suplement yang umumnya dari pemerintah kota yang tidak tegas seperti kerusakan jalan yang tidak lekas ditanggulangi, ketidakmampuan dalam bersikap tegas mengatur pasar-pasar tradisional yang berjualan hingga menghabiskan jalanan, hingga traffic light cepat rusak yang juga membutuhkan waktu yang sangat lama hanya untuk mengganti lampunya yang rusak itu.

Gw tidak mampu membayangkan seandainya kota tempat gw tinggal sekarang bakal macet total beberapa tahun kedepan, bukan tidak mungkin pada saat musim liburan seperti saat mudik lebaran ataupun musim liburan sekolah bakal tambah parah dimana kemacetan sekedar berpindah tempat dari kota ke pinggiran kota maupun ke daerah-daerah yang menjadi jalur transportasi darat darat menuju tempat-tempat wisata.

Tanggal 20 sepetember kemarin kami sekeluarga menempuh perjalanan menuju kota garut, berangkat dari bandung sekitar pukul 9, sebelumnya dengar di radio lokal bahwa terjadi kemacetan parah di daerah cibiru dimana “katanya” kemacetan disebabkan oleh motor-motor yang menyemut hingga menghabiskan jalur dari arah berlawanan. Pikir kami, “ah itu mah cuma macet bentar sambil jalan merayap dikit-dikit”. Di daerah cibiru ini memang merupakan titik temunya kendaraan baik pribadi maupun umum dari dan ke berbagai tujuan. Mulai dari daerah luar bandung yang mencoba masuk ke bandung baik itu menuju arah ujung berung maupun ke arah bypass sukarno-hatta. Lalu yang dari arah ujung berung yang akan menuju keluar bandung maupun akan masuk ke bandung ke arah barat atau selatan bandung via bypass sukarno-hatta. Dan yang terakhir dari arah barat menuju keluar bandung. Ditambah daerah bunderan ciburu ini sering terdapat bis,elf dan angkot yang ngetem menunggu penumpang maka makin lengkaplah daerah ini untuk menjadi sekedar pemicu rentetetan kemacetan panjang dari ketiga jalan yang saling bertemu itu. Bukan itu saja, traffic light yang sering rusak menjadi supplement tambahan kemacetan super. Jarak bandung garut yang umumnya ditempuh 1,5-2 jam perjalanan darat dengan mobil bisa berubah menjadi 3-5jam perjalanan akibat kemacetan di cibiru saja seperti yang gw alamin. berangkat jam 9 sampe garut jam 2 siang. Bahkan saat musim lebaran bisa-bisa sampai cileunyi yang kemudian kemacetan dilanjutkan lagi dari situ hingga nagrek yang terkenal macet dan sering diberitakan itu, dan itupun belum berhenti karena biasanya lanjut hingga ke daerah-daerah berikutnya. Akhirnya gw kudu apes juga terjebak kemacetan setelah sebelumnya gw memilih “menghindar” dengan kabur ke kota surabaya saat lebaran kemarin.

Liat di tv-tv swasta pada saat lebaran, hal yang paling laku dijual adalah berita kemacetan arus mudik dan balik dimana-mana yang menurut gw menjadi sekedar informasi hambar untuk dijadikan orang-orang seperti gw ini untuk mengelus dada sendiri sambil bilang “untung gw ga disitu, kejebak kemacetan berjam-jam” ditambah lagi si pemudik ga punya pilihan lain selain menghadapai kemacetan itu. Pengorbanan yang cukup berat untuk sekedar berkumpul dengan sanak family di kampung halaman. So klo di kota kemacetan mencapai 3-5km, maka saat liburan mudik bisa sampai belasan bahkan puluhan km.

Kembali lagi dalam hal kemacetan tanggal 20 september kemarin yang akhirnya membuat celana jeans terasa lengket akibat keringat. Macet ini terjadi dihari pertama orang-orang mulai kembali bersekolah dan bekerja setelah liburan lebaran. Mungkin saking bersemangatnya untuk berhalal-bihalal dengan kerabat kantor maupun teman sekolah sehingga akhirnya arus mobilisasi itu saling bertemu di cibiru untuk sekedar “dulu mendahului”. Penyiar radio hanya bisa memberikan informasi saja dan menjadi sebatas penyambung lidah masyarakat sekitar yang sudah duduk berjam-jam ditengah kemacetan cibiru seraya tidak mampu melakukan apa-apa mengingat pihak berwajib pun kesulitan mengurai kemacetan “aneh” ini. Merekayasa traffic bukanlah hal yang mudah, namun membangun jalanan di luar kota pun juga bukan hal yang mudah mengingat kudu membelah gunung-gunung, terlebih di daerah seperti jawa barat ini. Membangun jalan ditengah kota pun, kalau terlalu banyak kendala seperti cuaca yang selalu hujan, ujung-ujungnya malah membuat proyek terbengkalai dan ga beres-beres sehingga makin menambah parah kemacetan meskipun ini juga bukan jadi alasan utama, karena banyak faktor lain yang justru bersifat teknis dan terkait resources yang ada. So lebih dibutuhkan solusi yang bersifat radikal lebih dari sekedar menambah jalan yang menurut orang awam seperti gw cepat atau lambat akan penuh sesak juga. Menekan penggunaan kendaraan pribadi dengan meningkatkan pelayanan kendaraan umum mungkin salah satunya, atau mungkin dengan membatasi penjualan kendaraan baru (dealer bisa mencak-mencak :D ), atau membatasi usia kendaraan atau apalah yang mungkin pihak-pihak terkait lebih paham.

Gw merasa tenaga orang-orang kota umumnya yang masih berusia produktif habis dijalanan, uang gaji habis untuk transportasi, mungkin klo dihitung penggunaan bahan bakar kendaraan saat terjebak kemacetan akan menunjukkan angka yang sangat besar. Kata pakar transportasi yang gw denger di radio bilang klo kendaraan roda 2 yang umum digunakan masyarakat ini secara perorangan mungkin lebih murah dibadingkan naik kendaraan umum namun jika dilihat secara makro mencakup konsumsi BBM suatu kota maka jumlahnya akan sangat besar jika dibandingkan dengan kendaraan umum, so sekarang pada mau ga orang-orang naik kendaraan umum yang telah tersedia sekarang ini???????????

Kenali Negerimu Cintai Negerimu

Judul diatas pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita karena mengingatkan pada iklan di TV yang berasal dari KeMenBudPar tentang pariwisata Republik Indonesia. Benar-benar bersyukur Indonesia mempunyai wilayah yang sangat indah dari segi pemandangan alamnya, ditambah lagi orang-orangnya yang begitu ramah sampai-sampai turis austria yang sedang berkunjung membuat catatan yang indah mengenai negeri ini (baca di goodnewsfromindonesia). Bukan cuma itu saja, baca di forum internet ada cerita mengenai pengalaman tentang dia(orang indonesia) yang sedang berlibur ke Thailand lalu tidak sengaja bertemu dengan turis asing (baca: bule). Timbulah sedikit percakapan ringan dimana kemudian si bule bertanya: “kamu berasal darimana?”. Dijawablah: “dari indonesia”, terus si bule diam sambil heran kemudian menimpalinya dengan jawaban: “aneh, untuk apa kamu berada disini(di thailand)?padahal negerimu jauh lebih bagus klo untuk berlibur”. Masih ada satu lagi cerita tentang suami istri yang berasal dari belanda dan inggris. Cerita ini gw dapat dari koran waktu di surabaya. Pasangan muda ini travelling berdua untuk mengisi liburan kemudian berkunjung ke indonesia, klo tidak salah mereka baru dari bali lalu nyebrang ke jawa timur. Nah pas di banyuwangi mereka malah memutuskan untuk stay lebih lama dikarenakan pemandangan pantainya yang sangat indah dan kalo tidak salah berdekatan dengan daerah cagar alam di wilayah situ. Gw aja sampai tidak tau itu di daerah sebelah mananya di banyuwangi.

Cerita diatas adalah sekedar cuplikan sekilas mengenai negeri indonesia tercinta ini dengan panoramanya yang begitu memukau dan terkenal hingga keseluruh dunia :) so menurut gw tagline “kenali negerimu cintai negerimu” adalah sangat pas untuk menyentil anak-anak indonesia supaya menyelami lebih dalam wilayah-wilayah yang terdapat di indonesia. Sayangnya,hmmmm….terkadang orang awam dari negara-negara nan jauh di dari indonesia malah tidak mengenali indonesia dan bisa jadi malah lebih familiar dengan nama bali (an exoctic island which it only a small part of indonesia) :( Gw sendiri sampai usia sekarang ini cuma mengunjungi beberapa wilayah kecil dari indonesia, P.Jawa, itupun belum sampai ke ujung barat ditambah lagi belum pernah mengunjungi daerah-daerah yang terpencil di tengah jawa(bukan jawa tengah ya) sampai ke nusa kambangan saja belum. Gw belum pernah ke karimun jawa,ke blok cepu,bagian selatan jawa timur dan jawa barat except pameungpeuk. Keluar P. Jawa cuma ke bali dan madura(klo ini disebut luar pulau ga yah?????).  Masih banyak wilayah indonesia yang belum dikunjungi dan gw sangat exited banget buat datengin tempat-tempat lain salah satunya seperti Belitung, Sumatra Barat, Sulawesi selatan,tengah,utara, P. Sebatik bahkan perbatasan dengan Timor Leste.hehehe.

Seharusnya dengan pernah mengunjungi suatu daerah dan memahai kearifan lokal, kita bisa lebih tau mengenai keadaan masyarakatnya,kehidupannya dll yang pasti sangat berbeda sekali dibandingkan kisah kehidupan perkotaan seperti yang ada di sinetron busuk. Gw ga mau seumur hidup bernasib seperti kakek nenek gw yang ketika masa mudanya mengalami masa-masa pelik penjajahan sehingga tidak bisa berkeliling dengan mudah selain dulu teknologinya dan transportasinya juga belum memadai. Eh pas dimasa tuanya giliran fisiknya yang sudah tidak mendukung sehingga lebih banyak berdiam dirumah. Gw bersyukur sebagai generasi muda negeri ini bisa merasakan kemerdekaan jika dibandingkan dengan generasi kakek-nenek. Teknologi dan transportasi begitu mendukung untuk travelling baik itu domestik maupun mancanegara.

Aaaaah…..betapa indahnya dunia ini seandainya gw bisa mendapatkan kesempatan untuk itu, berkeliling. Bukan untuk belanja dan foya-foya. Tapi untuk membuat pikiran lebih relax dan mendapatkan kesempatan untuk mengenal orang-orang yang mempunyai pengalaman hidup unik. Pengen aja merasakan dan mendengarkan cerita orang-orang yang tinggal diperbatasan  indonesia dengan negara lain. Tinggal dirumah dengan kawan sebuah kotak Televisi ternyata tidak menjamin kita mendapatkan berita yang up2date dan berimbang. Tau sendiri media cetak maupun elektonik tidak selamanya bisa berimbang karena bergantung juga sapa pemodalnya. Lucu dan konyol aja gtu klo misalnya kita berteriak GANYANG XXX, SERANG XXX dsb tapi kita tidak mengetahui keadaan masyarakat disana dimana terkadang mereka sering melakukan transaksi ekonomi dengan warga dari negara lain dan lebih untung lagi, dapat siaran TV luar negeri dan bahkan lebih dianggap sebagai warga negara oleh mereka.

OK cukup ga perlu bahas lebih lanjut, anyway cita-cita anak-anak indonesia menurut gw selain profesi dimasa depan seharusnya adalah “AKU INGIN BERKELILING INDONESIA UNTUK MENGENALI DAN LEBIH MENCINTAI NEGERIKU”. Gw memang belum pernah keluar negeri tapi tiap kali gw ingat tagline Trully Asia atau Genuine Hospitality or tagline lain-lain miliki negara lain. Gw cuma bergumam “yah klo itumah indonesia juga punya, lebih bagus lagi”.

Postingan kali ini sekedar usaha gw membantu menjual barang yang bukan milik gw yaitu handphone 2nd motorola w270 clamshell. Berikut beberapa “penampakannya” hasil jepretan sendiri dengan kamera nokia :)

dus depan lebih jelas view w270

open

Berikut spek teknis dari hp ini yang didapat dari situs resmi motorola

General 2G Network GSM 900 / 1800
Size Dimensions 95 x 45 x 17 mm
Weight 94 g
Display Type CSTN, 65K colors
Size 128 x 128 pixels, 1.6 inches
- Second external mono display
Alert types Vibration; Polyphonic ringtones
Speakerphone Yes
Memory Phonebook 500 entries
Call records 10 dialed, 10 received, 10 missed calls
Card slot microSD, up to 2 GB supported, 500 SMS messages
Data GPRS Class 10 (4+1/3+2 slots), 32 – 48 kbps
USB Yes, v1.1
Features Messaging SMS, EMS, MMS
Browser WAP 2.0/xHTML
Radio Stereo FM radio with RDS, FM recorder
Games Yes
Colors lustrous silver, dark titanium gray
Languages 7 African languages, Hinglish, Bengali, Tamil …
MP3 player (iMelody,MIDI,MP3,AMR formats)
T9
Calculator

Stopwatch
Battery Standard battery, Li-Ion 940 mAh (BQ50)
Stand-by Up to 450 h
Talk time Up to 9 h
Misc SAR US 0.54 W/kg (head) 0.64 W/kg (body)

Handphone ini sudah tidak garansi lagi dan pembelian dilakukan pada tahun 2008 akhir, kelengkapan yang gw sertakan antara lain hp nya,dus asli, handsfree ori, charger ori, buku manual. Batere ori nya masih bagus dan tidak mengembung, bisa digunakan dalam waktu 2-3 hari tanpa charge untuk pemakaian standar dan tidak intensive. microSD card tidak disertakan tapi gw membuka kesempatan untuk nego lebih lanjut soal ini dan apabila harganya cocok bakal gw sertakan microSD 2GB yang ane beli sendiri(bukan bawaan saat pembelian) dan bebasin ongkir(lokasi pengiriman dari bandung).

Tapi ada kekurangannya yaitu engsel yang sedikit oblak (tidak kokoh lagi) karena ada sedikit bagian casing yang cuil. Berikut gambarnya:

cacat cuil 3 jelas

cacat cuil

open posisi miring

Jadi intinya casing ada yang kepotek/cuil seperti yang dilingkari merah digambar tapi masih berfungsi dengan baik secara keseluruhan hp ini termasuk OS nya yang masih stabil karena sejak beli belum pernah masuk ke tempat servis.

Harga gw tawarkan Rp 200rb untuk segala kelengkapan seperti yang sudah dijelaskan diatas(nego), untuk info lebih lanjut dan negosiasi harga bisa via email chandra.adhitya[at]gmail.com

This Stuff has been SOLD OUT at september 1st, thanks for blogwalking

Hari ini tanggal 2 agustus 2010 menjelang bulan ramadhan terjadilah suatu percakapan(sok2an ceritanya) yang membuka mata gw sebenar-benarnya tentang apa yang sedang terjadi diluar sana :D

Topiknya mengenai pendidikan yang diberikan di negara-negara maju, mostly europe. Pertanyaan yang secara tidak sengaja tercetus adalah. “Mengapa Mereka Begitu Besar Berinvestasi di Bidang Pendidikan?. Kayaknya udah pada tau deh kita-kita di indonesia soal beasiswa ini dan itu terutama yang sedang SMA dan mau lanjut kuliah ataupun yang baru beres kuliah terus ceritanya pengen lanjut S2,S3,S4,S5,S6……S60!?!?Salah satu pliihannya adalah dengan “nyebrang” cross country cross contingent alias study abroard.

Yang bikin gw heran, kok bisa2nya yah mereka2 itu(negara2 maju di eropa) memberikan fasilitas gila2an untuk sektor pendidikannya???klo alasannya sekedar kaya gni : “yah itu ma kudu kali, itu kan untuk generasi muda demi kelangsungan negara itu juga di masa depan” berikutnya bakal muncul pertanyaan di kepala gw => Klo menurut gw itu malah cuma salah satu aja, karena bagaimana pun subsidi baik berupa fasilitas maupun beasiswa itu juga bisa di dapatkan untuk foreigner2 yang sedang menimba ilmu di negara tersebut. Bahkan juga termasuk peneliti yang sedang melakukan riset. Dari situ gw baru sadar ternyata apa yang diharapkan dibalik itu adalah munculnya PATEN-PATEN baru hasil riset.

Selama ini dengan keterbatasan otak :D gw berpikir klo mereka turut memberikan beasiswa2 (umumnya kepada negara2 dunia ketiga) itu hanya sekedar “membantu” meningkatkan taraf kehidupan masyarakat/bangsa dimana mahasiswa/i itu berasal. Misalnya agar terjadi efek multiplier gtu dimana kelak saat ia kembali ke kampung halaman dapat memberikan dan mempraktekkan ilmu yang didapatnya. Atau mungkin juga karena alasan “unik” seperti keterlibatan dalam masa penjajahan sehingga di era sekarang memberikan akses mudah kepada generasi muda negara yang pernah dijajah.CMIIW.

Apa yang didapat dari sebuah satu paten saja bisa memberikan keuntungan yang luar biasa, contoh aja soal siapa itu yang pertama kali menemukan teknologi GSM?gw nanya karena gw juga ga tau. Hehehe…tapi kebayang aja gimana rasanya seandainya negara kita adalah negara yang mempunyai jutaan paten yang kemudian juga digunakan oleh negara2 lain. Bisa makmur banget neh pasti, apalagi SDA melimpah ruah. Bisa2 ga perlu lagi ada iklan atau slogan “Jaman sekarang pengen jadi patriot bangsa? bayar pajak” dan diganti “Pengen jadi patriot bangsa?lakukan riset dan ciptakan paten!” Mantap jaya :D

Tiap kali baca blog ataupun postingan orang2 indonesia yang sedang maupun pernah menjalani kuliah di LN rasanya bikin ngiri banget. Yang umum sering gw baca adalah mengenai beberapa hal seperti birokrasi yang simple. Klo mau urus ini itu gampang, cukup modal NIM udah beres (^_^) bahkan beberapa ada yang saat pengerjaan thesis maupun tugas akhir tinggal kirim ke dosen pembimbing via email(ga tau deh ini bener apa ga, tau dari temen yang denger dari omongan dosen kampus). Fasilitas yang diberikan kampusnya gila2an,akses ke jurnal internasional,internet high speed,perpus 24jam, bantuan pada saat akan mencari tempat tinggal(terutama foreigner) sampe ke hal2 yang sifatnya diluar kampus seperti soal transportasi,hiburan,buku dsb yang dapet diskon banyak karena masih menyandang status pelajar. Ini semua hasil baca di blog orang dan juga hasil diberi tau dosen kampus yang pernah ngalamin kuliah di LN, jadi ini bukan pengalaman pribadi :) Ampun deh, nonton bioskop aja dapet “harga pelajar”, tambah lagi asurasi kesehatan yang bikin biaya obat dan ke dokter pun ga berasa. Benar2 berasa dimanusiakan. Oh ya denger2 juga di jepang (ga tau juga di negara lain dan mahasiswa asing) untuk pelajar itu termasuk zero salary meskipun dia mendapat beasiswa yang banyak melebihi uang bulanannya, itu artinya bebas pajak. Sebagaimana kita tau pajak di negara2 seperti itu pasti gede banget tapi itu tergantung dengan gaji yang di dapat juga. Semakin besar gajinya semakin besar pula pajaknya.

Pendidikan emang investasi yang sangat penting baik untuk negara maupun individu dan semua pihak yang terkait harus mampu bahu membahu memberikan itu semua agar manusia bisa menjadi lebih dimanusiakan.

Meja baru dan getuk bandung

mimo0161.jpg

Meja baru komputer gw akhirnya datang juga setelah 2 tahun duduk lesehan dikamar beralaskan puzzle. Tujuannya untuk mengurangi sakit punggung yang sudah sering gw alamin akhir2 ini gara2 sering duduk sila dibawah, ditambah lagi dengan persendian baik kaki maupun tangan yang pada nyeri akibat kebiasaan itu. Berkat meja baru ini, akhirnya “penyakit” akibat kebiasaan ini mulai sedikit berkurang tapi sayangnya malah muncul yang lain meskipun bukan penyakit yaitu pantat yang panas karena duduk terus dan juga kebiasaan baru tapi lama berkomputer sambil ngemil dimana sekarang dengan “posisi” yang lebih nyaman dari sebelumnya. Berjam-jam di depan komputer lebih tahan lama ditemani dengan menu favorit yang tak lain tak bukan adalah “getoek”:

getuk-bandung

Getuk bandung, baru denger gw sejak 4 tahun yang lalu pindah ke bandung untuk kuliah. Gw pikir yang namanya getuk itu cuma khas dari provinsi jawa aja(bukan jawa barat yah :D ) Dan rasanya pun ternyata hmmmm….ga kalah lezat ternyata :) Emang sih ini belinya di tempat yang bonafid di pr*m* r*s* yang udah sangat terkenal banget makanannya yang enak2. Tapi meskipun gitu ternyata harganya tetep murah kok cuma Rp 800 per bijinya. (BUKAN PROMOSI).

Sebetulnya di kampus juga ada sih pedagang keliling yang jual cuma kok ya jarang papasan di deket kampus, maklum pedagang keliling padahal sih menurut gw rasanya juga lumayan enak cuma bedanya dikasi taburan gula pasir. Kalo ga salah waktu di surabaya getuk juga gitu deh, suka ditaburin gula pasir. Harganya juga ga beda jauh dengan getuk yang pertama cuma bedanya beli ke pedagang kecil kita jadi ikut membantu ekonomi mereka secara langsung (sok2an hehehe).

Murah meriah enak lagi, coba kalo bisa sampe dijadikan “kudapan” utama di maskapai penerbangan indonesia. Daripada roti2an ga jelas, padahal kan bisa tuh niru thailand yang bikin camilan2 khasnya untuk “masuk” kedalam maskapai penerbangan termasuk yang rute international. Tapi tidak main2 juga mereka, makanan yang dibikin juga masuk dalam kategori produk yang good manufacturing dan dikemas secara higienis ga kalah dengan makanan2 yang umum disajikan di pesawat2 lain. Bisa neh kita belajar dan sapa t5au gw yang bisa supply :D

Anyway, back to first topic dengan meja komputer baru. “Berinvestasi” mahal dimana sebetulnya gw mengharap meja yang lebih customize dengan harga yang bisa jadi lebih mahal juga dengan beberapa opsi tambahan seperti rak buku diatas monitor dan tempat sandaran kaki di bawah. Sayang udah kadung beli deh but its ok sejauh ini lumayan enak kok dan cukup memuaskan. Thanks to my auntie yang memilihkan meja ini.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.