Judul diatas pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita karena mengingatkan pada iklan di TV yang berasal dari KeMenBudPar tentang pariwisata Republik Indonesia. Benar-benar bersyukur Indonesia mempunyai wilayah yang sangat indah dari segi pemandangan alamnya, ditambah lagi orang-orangnya yang begitu ramah sampai-sampai turis austria yang sedang berkunjung membuat catatan yang indah mengenai negeri ini (baca di goodnewsfromindonesia). Bukan cuma itu saja, baca di forum internet ada cerita mengenai pengalaman tentang dia(orang indonesia) yang sedang berlibur ke Thailand lalu tidak sengaja bertemu dengan turis asing (baca: bule). Timbulah sedikit percakapan ringan dimana kemudian si bule bertanya: “kamu berasal darimana?”. Dijawablah: “dari indonesia”, terus si bule diam sambil heran kemudian menimpalinya dengan jawaban: “aneh, untuk apa kamu berada disini(di thailand)?padahal negerimu jauh lebih bagus klo untuk berlibur”. Masih ada satu lagi cerita tentang suami istri yang berasal dari belanda dan inggris. Cerita ini gw dapat dari koran waktu di surabaya. Pasangan muda ini travelling berdua untuk mengisi liburan kemudian berkunjung ke indonesia, klo tidak salah mereka baru dari bali lalu nyebrang ke jawa timur. Nah pas di banyuwangi mereka malah memutuskan untuk stay lebih lama dikarenakan pemandangan pantainya yang sangat indah dan kalo tidak salah berdekatan dengan daerah cagar alam di wilayah situ. Gw aja sampai tidak tau itu di daerah sebelah mananya di banyuwangi.
Cerita diatas adalah sekedar cuplikan sekilas mengenai negeri indonesia tercinta ini dengan panoramanya yang begitu memukau dan terkenal hingga keseluruh dunia
so menurut gw tagline “kenali negerimu cintai negerimu” adalah sangat pas untuk menyentil anak-anak indonesia supaya menyelami lebih dalam wilayah-wilayah yang terdapat di indonesia. Sayangnya,hmmmm….terkadang orang awam dari negara-negara nan jauh di dari indonesia malah tidak mengenali indonesia dan bisa jadi malah lebih familiar dengan nama bali (an exoctic island which it only a small part of indonesia)
Gw sendiri sampai usia sekarang ini cuma mengunjungi beberapa wilayah kecil dari indonesia, P.Jawa, itupun belum sampai ke ujung barat ditambah lagi belum pernah mengunjungi daerah-daerah yang terpencil di tengah jawa(bukan jawa tengah ya) sampai ke nusa kambangan saja belum. Gw belum pernah ke karimun jawa,ke blok cepu,bagian selatan jawa timur dan jawa barat except pameungpeuk. Keluar P. Jawa cuma ke bali dan madura(klo ini disebut luar pulau ga yah?????). Masih banyak wilayah indonesia yang belum dikunjungi dan gw sangat exited banget buat datengin tempat-tempat lain salah satunya seperti Belitung, Sumatra Barat, Sulawesi selatan,tengah,utara, P. Sebatik bahkan perbatasan dengan Timor Leste.hehehe.
Seharusnya dengan pernah mengunjungi suatu daerah dan memahai kearifan lokal, kita bisa lebih tau mengenai keadaan masyarakatnya,kehidupannya dll yang pasti sangat berbeda sekali dibandingkan kisah kehidupan perkotaan seperti yang ada di sinetron busuk. Gw ga mau seumur hidup bernasib seperti kakek nenek gw yang ketika masa mudanya mengalami masa-masa pelik penjajahan sehingga tidak bisa berkeliling dengan mudah selain dulu teknologinya dan transportasinya juga belum memadai. Eh pas dimasa tuanya giliran fisiknya yang sudah tidak mendukung sehingga lebih banyak berdiam dirumah. Gw bersyukur sebagai generasi muda negeri ini bisa merasakan kemerdekaan jika dibandingkan dengan generasi kakek-nenek. Teknologi dan transportasi begitu mendukung untuk travelling baik itu domestik maupun mancanegara.
Aaaaah…..betapa indahnya dunia ini seandainya gw bisa mendapatkan kesempatan untuk itu, berkeliling. Bukan untuk belanja dan foya-foya. Tapi untuk membuat pikiran lebih relax dan mendapatkan kesempatan untuk mengenal orang-orang yang mempunyai pengalaman hidup unik. Pengen aja merasakan dan mendengarkan cerita orang-orang yang tinggal diperbatasan indonesia dengan negara lain. Tinggal dirumah dengan kawan sebuah kotak Televisi ternyata tidak menjamin kita mendapatkan berita yang up2date dan berimbang. Tau sendiri media cetak maupun elektonik tidak selamanya bisa berimbang karena bergantung juga sapa pemodalnya. Lucu dan konyol aja gtu klo misalnya kita berteriak GANYANG XXX, SERANG XXX dsb tapi kita tidak mengetahui keadaan masyarakat disana dimana terkadang mereka sering melakukan transaksi ekonomi dengan warga dari negara lain dan lebih untung lagi, dapat siaran TV luar negeri dan bahkan lebih dianggap sebagai warga negara oleh mereka.
OK cukup ga perlu bahas lebih lanjut, anyway cita-cita anak-anak indonesia menurut gw selain profesi dimasa depan seharusnya adalah “AKU INGIN BERKELILING INDONESIA UNTUK MENGENALI DAN LEBIH MENCINTAI NEGERIKU”. Gw memang belum pernah keluar negeri tapi tiap kali gw ingat tagline Trully Asia atau Genuine Hospitality or tagline lain-lain miliki negara lain. Gw cuma bergumam “yah klo itumah indonesia juga punya, lebih bagus lagi”.






kunjungan dan salam kenal gan
betul betul betul